PHI No.005
PHI : “D, Kopassus itu apa sih? Angkatan apaan? Darat? Laut? Udara? trus kalau di luar negeri namanya apa? Kalau pas perang mereka ditaro dimana? apa bedanya sama angkatan lainnya?”
JHI : “Kopassus itu Komandu Pasukan Khusus punya nya Angkatan Darat. Mereka kalau di luar negeri namanya Special force atau special unit gitulah. Kayak Detasemen 88 itu setauku bagian dari Kopassus. Kalau angkatan udara namanya Paskas kalau gak salah, kalau angkatan laut punya pasukan katak. Mereka punya keahlian tersendiri sayang, they could bring more damage tapi less force, less victim. Kalau pas perang, mereka biasanya punya tugas buat infiltrate lawan supaya lawan bisa dilemahkan dari dalam. Orang-orangnya yang terpilih dan jumlahnya gak sebanyak kayak Infanteri gitu.”
Dimana : Samping Rumah Sakit Brawijaya Women and Children Hospital
PHI No.004
PHI : “D, kalo pas pertandingan bola yang gede-gede macemnya Manchester dan teman-temannya, kita gak boleh salah duduk ya pas di tribun stadionnya? kan bisa bahaya ya D ya kalo penggemarnya ManU duduk di tribun penggemarnya.. sapa gitu musuhnya?”
JHI : “Iya sayang, kan udah ada petugasnya yang kasih tau suporter siapa duduk dimana, jadi seharusnya gak salah. Lagipula, kebanyakan yang nonton kan pake seragam kesebelasan masing-masing, jadi dia tau lah temen-temennya duduk dimana. Kalo apes salah duduk ya ganti baju hehe…”
Dimana : Jalan di depan Citos
PHI No.003
PHI : “D, kenapa sering sekali demo sih? gak punya kerjaan atau emang itu kerjaan mereka? Apalagi sih yang di demo-in? trus itu motor di depan seenak jidat banget sih slonong sleneng gak karuan, padahal bawa anak kecil kan???”
JHI : “Iya sayang, itu kan udah ada agenda-nya, biasanya sih LSM atau orang pribadi yang kalah di politik. Itu semua kan ada biayanya, gak mungkin tuh orang-orang demo sendiri gak ada yang atur, liat aja mukanya sih gak kompeten semua dan aku rasa gak paham juga sama apa yang didemokan. Beda sama pas jaman nurunin Pak Presiden jaman dulu, itu kayaknya ikhlas tuh demo-nya, dan jelas maksudnya juga kan. Waah emang dah! kebanyakan motor di negara tercinta kita tuh emang kayaknya gak paham aturan dan tatakrama di jalan raya. Seharusnya orang naik motor itu ujian dapet SIM nya lebih susah dari yang naik mobil. Motor kan lebih tricky, tingkat keselamatan lebih riskan, pokoknya seharusnya lebih sulit lah. Ini coba, anak kecil SD aja udah naik motor, berasa riding a bicycle… yang salah bapaknya lah itu!”
Dimana : Jl. Haji2-an Cipete
Evolution of Telephoning (is that even a word? Telephoning?)
Nah, I am not gonna write something scientific or historic about Telephone, it’s just about the way I used to use my telephone (dalam hal ini telepon rumah), the person I talked with, and the subject we talked about.
Pada waktu kecil, menurut saya menelepon itu menakutkan, harus menekan tombol dengan benar, harus tahu benar apa yang akan dibicarakan, harus tahu menghadapi si penerima telepon, dan harus siap ketika ternyata kita salah sambung… all those details made me sick, untill one day I decided to make my first phone call. Saya kelas 6 SD saat itu, orang yang pertama kali saya telepon adalah teman sekelas, menanyakan kepastian tentang apakah kami harus datang ke sekolah keesokan harinya mengingat sudah mendekati akhir tahun sedang persiapan ujian akhir EBTA/EBTANAS (jaman itu masih belum jadi UAN namanya kan ya?).
Sejak itu kegiatan menelepon menjadi suatu kegiatan lumrah tanpa harus ketakutan dengan segala printilan persiapan menelepon. Awal kecanduan telepon bermula sejak kelas 2 SMP. I found a best friend over the phone. Baru bisa ngobrol kalau lewat telepon, di luar jalur komunikasi kabel itu, we were speechless towards each other.
- Waktu telepon : sekitar pukul 19.00
- Durasi telepon : 2-3 jam (hihihi… you know who you are)
- Isi Pembicaraan : “di sekolah ngapain aja? /ada PR gak? /PR nya gimana jawabnya? /eeh ada game komputer baru loh, gue lagi maen, temenin ya/ eeh liriknya lagu Heaven itu gimana sih? tulisin ya? bacain aja deh/ tadi si anu lewat depan kelas looh aaah lucu bangeet /oya? iih noraak ah” intinya, dari mulai yang penting sampai gak penting sama sekali sampai akhirnya cuma diem2an tanpa menutup telepon. Saya kemana dia kemana tapi telepon tetap tersambung.
Sepanjang SMA sampai kuliah pembicaraan mulai berubah, durasi juga memendek, pun perubahan waktu telepon.
- Waktu telepon : tergantung siapa yang telepon (karena udah mulai pacaran dan rebutan waktu sama Liyul hehehe) biasanya diatas jam 21.00
- Durasi telepon : 1-2 jam (mulai sibuk jadi gak bisa lama-lama, lagipula ada saingan si Liyul yang juga hobi me- dan di- telepon)
- Isi pembicaraan : “gimana pelajaran di sekolah/ eh gue jadian loh/ ha? /kamu lagi apa? / rayu sana rayu sini/ tadi bisa ulangannya? mau kemana hari sabtu besok? /gombal sana gombal sini /eh gue naksir orang /siapa? /anak sekelas.. hoo.. kejarlah” isinya mulai tentang hubungan yang sedang dijalani. Tentang perasaan, curhat-curhatan, kangen-kangenan, ya yang gitu-gitu lah hehe…
Akhir-akhir kuliah S1 sampai sebelum nikah, penggunaan telepon makin berkurang karena jadi lebih sering pakai SMS, lebih irit bo’ hihi… tapi tetep telepon
- Waktu telepon : pagi, siang pas jam-nya makan siang, dan malam.
- Durasi : 10-30 menit
- Isi Pembicaraan : “lagi apa? /tadi kuliah apa? /hari ini ngapain aja? /udah makan? /makan sm apa? /aku lg ribet nih di kantor. Kerjaan gak beres-beres /nanti aku ada kelas malam. /Drive safe ya.” Obrolan jadi mulai mengerucut karena sisanya lewat SMS atau chatting.
Setelah nikah bahkan makin berkurang penggunaannya. Selain kerjaan, yang ada di list telepon ya cuma D, Ibu, Liyul, dan Mama.
- Waktu telepon : se-suka-hati-se-perlu-nya.
- Durasi : 0-3 menit.
- Isi pembicaraan : “Pulang gak? /pulang kok. /Sudah di kantor? /Jangan lupa makan siang nanti. /Eh besok ke Darmawangsa/Japos. Aku pinjam mobil ya.” Isi pembicaraan cuma seperlunya. singkat, padat, titik habis.
Oh well…
PHI No.002
Today’s question is
PHI : “D, kenapa kamu tidak mau mendonlotkan lagu-lagunya Westlife buat aku?”
JHI : “Because it’s so gaaaay!!! lagipula, itu merusak kredibilitasku sayang.”
Dimana/Kapan : Toll JoRR Rumah Biru-Rumah Oyen
Pertanyaan Hari Ini No.001
Mulai hari ini saya akan ngeposting (bahasa yang sangat buruk) satu pertanyaan dari sekian banyak pertanyaan yang saya tanyakan ke D dalam satu hari. Postingan-nya bisa pagi, siang, sore, malam, suka-suka saya kapan saya merasa bahwa “hey, that would be my question of the day” hehe…
Postingan ini dan selanjutnya adalah bentuk penghormatan saya kepada D sebagai My Sweetest Search Engine of The World dengan kualitas jawaban yang sangat tak aduh lagi. Hugs D
Okay, Pertanyaan Hari Ini (PHI) akan dilengkapi dengan Jawaban Hari Ini (JHI) tambahan informasi se-kena-nya.
PHI : “D, kenapa sih setiap hari ada berita hasil pertandingan bola? emang orang tiap hari maen bola ya? penting banget ya? tiap hari gitu? sapa yang nonton?”
JHI : “Oh iya, karena memang ada pertandingan bola setiap hari. Kan banyak liga-nya di setiap negara, dan banyak negara yang melakukan itu. Belanda, Brazil, Inggris, Spanyol, mereka semua ngadain pertandingan bola paling nggak dua hari sekali. Itu udah kerjaan mereka Sayang, makanya banyak klub bola di luar negeri sana. Yang nonton emang sedikit sih. Makanya juga biasanya big match-nya diadakan weekend supaya banyak yang nonton.”
Dimana/Kapan : Dalam mobil perjalanan Rumah Biru-Rumah Oyen, Tol JoRR, 7.20 AM
2010…
… So, happy (belated) new year everyone! Hugs for those who’s willing to spent their precious time scrolling down to these pages of my blog
It’s kinda too late, I know, for a new year’s celebration, but I think it’s never too late to share. Mumpung masih awal tahun, saya mau berbagi “Award of 2009″ versi saya sendiri hehehe. It includes almost everything in my (almost entirely) life. So here it goes…
The 2009 Award
Person of The Year goes to Me-D! teeheeeheee… you may as well call me a selfish egotist
but we are precious in every way, aren’t we?
Items of The Year would be:
- My Notebooks as in real notebooks made of papers to write with pen or pencil. Pocket size, bigger size, red, black, brown, blue, another black… they are my treasures.
- My Mac and WD Passport. I certainly will get ruined if these two get ruined
Day of The Year is “that” Friday.
Color of The Year is Black. Black Car, Black Shoes, Black shoulder-bags, Black Moleskine, Black Cat, Black Dining Table, Black New TV, Black Cell Phone… Black is just awesome!
Book of The Year is definitely The Fountainhead by Ayn Rand. Acute Depression and Desperation were and still are among other things that linger after finish reading the book. You’ll know when you’ve read it.
Notebook of The Year is still Moleskine. I still haven’t found another alternatives since Ace Hardware quit their stocking of notebooks which the company or the manufacturer’s remain clueless for me.
Ballpoint Pen of The Year are Uniball Jetstream 0.7 black and blue ink. I bought them after read some reviews from pen addicts blogs. They are the best so far.
Gel Ink Pen of The Year is still Sarasa series. I love All My Sarasas soooo much.
Gifts of The Year are
- A complete series of Staedler’s Pen in a roll-over pen cases.
- A perfect Knife!
- A Rose
- A Starr
TV Channel of The Year is AFC (Asian Food Channel)… yummy :p
Movie of The Year is umm… err… I… don’t…. know… -shrug-
Question of The Year are
- From Me to D : “D pulang tidak malam ini?”
- From D to Me : “Sayang lagi apa?”
- From others to Me : “Udah hamil/isi/ belum?” dikira gampang kali ya kayak bikin indomie goreng.
Food of The Year is Kerupuk dan Sambal, cukup untuk bertahan hidup saat uang tak mencukupi hehe
Vegetables of The Year is Romaine lettuce
Bumbu Dapur of The Year are garlic and Tepung Sasa Hot Spicy. Penyelamat bangsa dah!!
Drinks of The Year is Teh Kotak… the best thing you could have after a long hot day of labour hehe…
Hmh.. apa lagi ya… perasaan dari kemarin banyak deh yang mau ditulis… Nanti lagi yah
D’s New Lover
And the name is Rose. I always wanted one, so D decided to have one and we named her, Rose. Pokoknya, D memanjakan Rose teramat sangat. Kita mau pergi kemana-mana, Rose selalu dibawa, segala perlengkapannya masuk ke tas tersendiri. Kalau D lagi nyetir, saya yang pangku Rose. Kalau sudah sampai tujuan, D yang langsung pangku Rose. D tries so hard to provide the best for Rose, padahal saya sudah bilang kalau Rose masih kecil, jangan dikasih yang aneh-aneh dulu, nanti dia malah gak bisa adapatasi dengan baik, and I was right, Rose hasn’t ready for those complicated things D wanted her to have. I said, “Sabar aja D, Rose gini aja kan udah cukup baik kan… “. Setiap kali Rose ada masalah atau apapun yang mirip-mirip masalah, D pasti langsung bertindak, siaga hehe… He spents hours just to find out how to deal with Rose’s problems and troubles, He won’t giving up until Rose come back in perfect condition. Rose has almost all of D’s attention since the first time He had her, and it’s kinda cute to see it happen.
And that is it, D’s new lover, Rose
Kiri Kanan Kulihat…
…banyak! hehe… I like being idle. I’m writing this while waiting for a friend at a mall. It’s not entirely being idle, but since I don’t (want to) do anything in particular on purposely, so I decided to take a sit and watch people goes by. It’s interesting to do such, it’s one of my favorite activity while being idle. One most undeniably subject that caught my attention is “The Wardrobe”
Shirts, blouses, skirts, pants, shoes, shoulder bags, laptop bags, cardigans, jackets, oooh…. they are so adorable, I envy those have the privilege of using beautiful costumes on their daily activities. High-waist midi-length skirt, silk blouse, high-heels, simple hand bags, stay-on make-ups… Oh I how I wish of them all…
Anyway, here’s my friend coming…
Mainan Baru!
Kami punya mainan baru, Si Item gantinya Si Ijo, wuiiih ganteeeng hehe (monggo diartikan sendiri). Lalu… Ikaaan!
Diawali dengan masuknya Kodi (anak kodok) ke dalam kamar mandi kami, jadi terbiasa ada mahluk lain di dalam rumah yang bisa disapa setiap saat, misal, baru masuk kamar mandi “Hai Kodi! udah makan belum? kalau udah selesai mandi dan mau berangkat ke kantor “Daah Kodi, jangan nakal ya”.
Tapi… seiring pertumbuhannya, si Kodi yang awalnya muat diantara sela2 sarangan air jadi gak muat lagi, jadi dia cuma bisa mondar mandir di kamar mandi makanin semut dan nyamuk (berguna banget tuh). Tadinya kita sih gak masalah, tapi -lagi- orang tua dan keluarga D akan berkunjung ke gubug cinta-gubug derita kami, dan kalau mereka tau ada Kodi di kamar mandi, bisa didamprat kami berdua hehe… jadilah dengan berat hati, Kodi kami keluarkan ke alam bebas. Dadah Kodi, be brave out there…. we love you, kiss kiss xoxo.
Sejak kepergian Kodi, jadi kehilangan mahluk untuk disapa. Nyamuk, semut, kecoa, gak enak banget buat disapa. Habis disapa yang ada gangguin kita. Selama beberapa minggu kami cuma main berdua, dan satu-satunya yang disapa adalah si Rumah. Karena gak tahan, akhirnya saya merengek hehe… Hasil merengek-rengek minta mainan ke D, tadinya mau dibelikan acing (anak kucing-red) tapi nanti pasti dimarahi Ibu Sita apa ya! jangan melihara yang aneh2 lah! padahal acing kan gak aneh ya…
Keputusannya “Udah sayang, kita beli Wanda and Cosmo aja ya” (Wanda & Cosmo adalah tokoh orang tua peri yang ada di serial tv Fairly Oddparents, saya malas cari linknya, lebih baik tanya mbah google). Langsung di-iya-kan. Niatnya cuma beli seekor Wanda dan seekor Cosmo, tapi dari obrolan dengan tukang ikan “bang saya mau ikan yang gak cepet mati, bisa ditinggal2, pokoknya idupnya lama“, maka hasilnya:
- 4 ekor ikan sunset (belum sempat cari nama latinnya) yang katanya gak cepet mati, gak perlu aerator, tapi ternyata 2 ekor mati keesokan paginya
. Sisa yang 2 akhirnya dinamai Wanda & Cosmo. Ikan aneh, tiap kita datang langsung panik cari tempat sembunyi, kayaknya stress kalo liat saya dan D… we didn’t mean to hurt you guys…. Alhasil kami pisahkan Wanda & Cosmo dari ikan lainnya dan sementara ditempatkan di dalam botol sisa air galon. - 2 ekor ikan… ikan… lupa ikan apaan, lebih besar, kerjaannya kejar2an kayak mau kawin.. gak dinamain karena belum ketemu nama yang pas.
- 5 ekor ikan neon (badannya kayak ada stabilonya hehe), yang lima ini lincah2 aja…
- 3 ekor ikan…. ikan… aaah.. ndak tau namanya, yang jelas kita manggilnya Frantic Fish, soalnya gerakannya cepat gak karuan trus tiba-tiba diam trus tiba-tiba gerak aneh lagi diam lagi ya gitu deh. Tugas si frantic fish adalah memakan sisa makanan yang tidak termakan ikan lain.
Jadi… tiap pulang kerja ada yang disapa deh “Hai guys… makanannya habis tidak? kalian ngapain aja?” hehe…