Archive for the ‘Our Foods’ Category
PHI No.008

Sweet Cloud
PHI : “D, kok sayurnya asyin siyh?? kamuu? kamuu?? aaah!! kamu gak mau kawin lagi kaaan D kaaaaaan???!!!!”
JHI: “Nggaaaaaaaaak”
~huuugs~
Dimana: Yahoo Messenger. 13:10
(usaha) Jadi Pengurus Dapurnya D
“Kalau masak ikan mackarel kaleng, ikannya digoreng dulu sampai kering ya soalnya amis kalau nggak abis itu baru masak sama bumbunya. Aku gak suka kalau amis.”
“Aku mau sambel kamu dong, tapiii cabe nya jangan pake yang rawit, pake yang besar aja, yang keriting jangan banyak-banyak ya, trus tomatnya yang banyak juga ya.”
“Gak mau sawi! pait!”
“Mau tempe tahu baceeeeem doong, ya ya ya? cari resepnya ya?”
“Berasnya tambahin lagi, nanti kurang…. eeeh kebanyakan, nanti gak abis…. udah udah, segitu aja. Airnya jangan banyak-banyak, entar benyek enye-enye.”
Daaan masih banyak lagi
Yak! Semangat!
2010…
… So, happy (belated) new year everyone! Hugs for those who’s willing to spent their precious time scrolling down to these pages of my blog
It’s kinda too late, I know, for a new year’s celebration, but I think it’s never too late to share. Mumpung masih awal tahun, saya mau berbagi “Award of 2009″ versi saya sendiri hehehe. It includes almost everything in my (almost entirely) life. So here it goes…
The 2009 Award
Person of The Year goes to Me-D! teeheeeheee… you may as well call me a selfish egotist
but we are precious in every way, aren’t we?
Items of The Year would be:
- My Notebooks as in real notebooks made of papers to write with pen or pencil. Pocket size, bigger size, red, black, brown, blue, another black… they are my treasures.
- My Mac and WD Passport. I certainly will get ruined if these two get ruined
Day of The Year is “that” Friday.
Color of The Year is Black. Black Car, Black Shoes, Black shoulder-bags, Black Moleskine, Black Cat, Black Dining Table, Black New TV, Black Cell Phone… Black is just awesome!
Book of The Year is definitely The Fountainhead by Ayn Rand. Acute Depression and Desperation were and still are among other things that linger after finish reading the book. You’ll know when you’ve read it.
Notebook of The Year is still Moleskine. I still haven’t found another alternatives since Ace Hardware quit their stocking of notebooks which the company or the manufacturer’s remain clueless for me.
Ballpoint Pen of The Year are Uniball Jetstream 0.7 black and blue ink. I bought them after read some reviews from pen addicts blogs. They are the best so far.
Gel Ink Pen of The Year is still Sarasa series. I love All My Sarasas soooo much.
Gifts of The Year are
- A complete series of Staedler’s Pen in a roll-over pen cases.
- A perfect Knife!
- A Rose
- A Starr
TV Channel of The Year is AFC (Asian Food Channel)… yummy :p
Movie of The Year is umm… err… I… don’t…. know… -shrug-
Question of The Year are
- From Me to D : “D pulang tidak malam ini?”
- From D to Me : “Sayang lagi apa?”
- From others to Me : “Udah hamil/isi/ belum?” dikira gampang kali ya kayak bikin indomie goreng.
Food of The Year is Kerupuk dan Sambal, cukup untuk bertahan hidup saat uang tak mencukupi hehe
Vegetables of The Year is Romaine lettuce
Bumbu Dapur of The Year are garlic and Tepung Sasa Hot Spicy. Penyelamat bangsa dah!!
Drinks of The Year is Teh Kotak… the best thing you could have after a long hot day of labour hehe…
Hmh.. apa lagi ya… perasaan dari kemarin banyak deh yang mau ditulis… Nanti lagi yah
What The Heck Is Wrong With Tommy Page’s A Shoulder To Cry On???!!!
So it was yesterday, I went for a karaoke with D (bagi saya, ini baru kedua kalinya berkaraoke… agak menyedihkan hehe) So kita pilih dong list lagu-lagu menurut selera. Lagu pertama yang saya nyanyikan adalah lagunya pak Engelbert Humperdinck yang itu tuh hehe…. sampailah ke salah satu lagu wajib kalau karaoke, Tommy Page’s A Shoulder To Cry On *inget kan? boong aja kalo gak inget hihihih
*
Seperti yang anda ketahui, klip lagu di tempat karaoke itu kebanyakan ngarang berat, gak nyambung acan, iya gak? ada yang adegan ciuman tanpa henti, adegan ibu lagi ngiket rambut anaknya, adengan kebun binatang, pokoknya intinya mengarang bersama. So far sih saya tidak masalah, wong saya cuma butuh melampiaskan teriak-teriak nyanyi lagu jadul itu… tapi khusus untuk klip si Mas Tommy si A Shoulder To Cry On, menurut saya amat sangat ayoning! Klip dibuka dengan adegan onta lagi jalan-jalan di kebun binatang, ada beruang joget-joget, ada jerapah makan, saya masih nyanyi dengan semangat tuh… naah sampailah ke reff terakhir and when you need a shoulder to cry oooon… when you need a friend to rely on… when…dst dst tahu tidak adegannya apa? LIMA BIAWAK ATAU KOMODO ATAU APALAH, SEDANG NIKMAT-NIKMATNYA MENYANTAP BABI *yang warnanya pink itu loh* SAMBIL BERDARAH-DARAH!!! YUUUUUCK!!! HIIIIY!!! Horor banget kaaan??!! Langsung di skip deh ke lagu berikutnya… Sigh (-_-)”
Buat para pengelola tempat karaoke, mbokyao klipnya diapain gitu, paling tidak hilangkan saja itu adegan barbarian, kan saya juga pengen nyanyi lagu itu sampai habis…. you’ll always have my shoulder to cry…. on…
Burger Quest!
We are doing a Burger Quest. Belum banyak sih yang dicoba, let’s see…:
- Wendy’s : We (I) like the bun. Dagingnya juga lumayan ukurannya, with all the cheese and vegetables, oh we like it. A little bit pricey, but, it’s worthy. The verdict: it’s good and you should try every variant.
- McDonald : Oh this one is disappointing. Seingat kami, dulu tuh dagingnya tebal, dan yang namanya Big Mac bisa gak muat di mulut dan bisa bikin kenyang selama hampir 10 jam -buat saya loh-. Tapi sekarang, daging tambah tipis, dan Big Mac makin kurus. Yang tetap menjadi alasan kami beli McD’s adalah mereka tetap pakai acar timun
. The price? too pricey, at least for us. The verdict: Kalau gak terlalu suka si pickle-nya, well… mereka punya nilai lebih (kecuali -again- anda butuh tengah malam dan mau tidak mau cuma bisa telpon ke no mereka yang itu tuh). - Raffel’s : Waktu pertama kali makan di PS, menurut kami enak banget. Tapi begitu makan kedua kalinya di PIM2, agak sedikit mengernyitkan dahi. Bun-nya gak enak, tidak gurih, agak hollow. Trus ukuran bun yang atas dan bawah gak proporsional acan hehe… jadi kalau makan, bun yang bawah pasti habis duluan. Sayurannya segar, so it’s a good point. The verdict: not too recommended. Agak mahal.
- Hot Shot’s or is it Hot Shot? anyway: Percobaan pertama kali adalah judulnya… umm.. aaah! lupa! nanti kami lihat lagi deh. Mereka punya ukuran daging yang berbeda-beda, dari yang paling tipis sampai yang tebal. Untuk pemesanan yang ukuran sedang-besar mendapatkan ekstra kentang goreng dan minuman ringan. Rasanya? Enaaak! Bun-nya empuk dan agak manis, dagingnya gurih, dengan ketebalan yang layak makan, dan sayurannya segar, plus… the cheese is great! Harganya memang mahal, but you won’t regret it. The Verdict: Awesome!
- Burger Klenger : Adik-adik saya sering sekali makan burger yang satu ini. Dagingnya memang tebal, roti-nya juga. Rasanya cukup enak, dan yang pasti beneran bikin klenger… kenyang parah. Well… tapi kami sudah lama tidak makan burger ini. Mungkin harus dicoba lagi. The verdict: postponed.
- Burger Daddy’s : Lokasinya di samping apotek wijaya. Rasa standar, harga standar… so ya kalau-kalau anda lapar setelah keluar dari apotek, ini bisa jadi pilihan dadakan. The verdict: kalau gak terpaksa, coba cari makanan yang agak “lebih”.
Sementara ini dulu ah… nanti ditambah lagi.
C’mon Sweetheart! let’s continue our Burger Quest!
Aum! Aum!
Snack favorit kami terbaru!!! Aum Aum!!! Nori kering yang tersedia berbagai rasa: Original, Hot & Spicy, Tom Yam Goong, and.. our favorite is The Wasabi Flavor! hehe… nama aslinya tuh snack sih Tao Kae Noi (nama sih Jepang, tapi tulisannya produk Thailand, gak konsisten).
Kenapa namanya Aum! Aum! ? lebih baik lihat sendiri produknya dan cari tahu kenapa kamiĀ menamakan snack itu seperti tersebut di atas.
Tersedia di: Guardian, Kem-Chick, Foodhall, Total Buah Segar Panglima Polim… umm… tempat lain belum pernah didatengin.
Cobain deh… enaaaak banget!
Taichan
One of our favorite japanese restaurant, Taichan. Their speciality is ramen, and our must have ramen is Stamina Ramen. We did try other ramens, but trust us, Stamina Ramen is just simply the best ramen they have -in our opinion-. Our way to have it: order a large Stamina Ramen and kindly ask the waiter to split it into two bowls, plus Gyoza and two Ice Teas. Quite pricey… but oh it is so worth it.
Ramen-nya sih gak ada bedanya sama merek mie terbesar di Indonesia blablamie -yang sempat dituduh monopoli itu tuh-. Yang mungkin berbeda adalah kekenyalannya, trus kuahnya, yang menurut kami, sangat pas dengan adanya irisan wortel dan… umm.. daun apa tuh.. itu kucai bukan ya? well ya daun itulah. Bahkan lebih enak lagi kalau ditambah kecap asin plus cabai bubuk.
Sorry… I’ve told you I’m not good on explaining. So just give it a try if you feel like curious, okay
Sop Buntut Goreng
And this time, this is going to be about our favorite foods. And the honor of Number 1 goes to:
Sop Buntut Goreng by MM Juice Melawai (Rp.45.000)
So far.. this the best Sop Buntut Goreng we’ve ever had. Mahal sih, but worth it! Entah kenapa rasanya pas banget. Selain rasanya yang enak, si MM Juice Melawai merupakan salah satu tempat makan favorit, karena buka sampe jam 12 malem jadi cocok buat saya yang makannya lamaaa sekali hehe.
Review singkat tentang makanan ini:
Buntutnya gede2 banget! sapi-nya ndut hehe… trus dagingnya empuuuuk banget, mudah digigit mudah dikunyah. Rasanya gurih, kuahnya juga gurih, apalagi kalau kuahnya ditambah racikan sambel dan kecap. Kemudian, rasanya juga nyeresep, bahkan kalau tulang2nya si buntut disruput masih terasa sedapnya hehe.
Tapi ini tidak menjamin rasa sop buntut goreng di counter MM Juice yang lain. Kami pernah coba di BlahBlah Junction, dan rasanya mengecewakan hehe… tidak seperti ekspektasi kami.
Well… tapi kembali lagi, ini masalah selera yah jadi kami juga gak bisa maksa siapapun untuk jatuh cinta sama Sop Buntut Goreng MM Juice Melawai seperti yang kami rasakan. Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba kan? So selamat mencoba kalau anda penasaran dan hanya kalau anda penasaran
You are currently browsing the archives for the Our Foods category.