Posts Tagged ‘Add new tag’
Obrolan Kasur
~sambil memandang langit-langit, mainin jari-jari satu sama lain~
S: “D, nanti kita punya dua ya, pasti lucu deh mereka lari sana sini. Kalau cuma satu kan kasian sendirian.”
D: “Iya, biar punya teman bermain ya. Nanti dia nemenin kamu masak hehe…”
S:”Iih, iya, pasti lucu deeeh, sambil jinjit-jinjit menggapai meja.. Hihi.. Tapi harus disiapin ruangannya, rumah kita kan panas, gimana ya? kasian juga kalo kepanasan”
D:”Iya sih…”
S:”Kita pindah ke luar negeri aja yuk biar mereka gak kepanasan”
D:”Hehe, amin.”
FYI, we’re talking about having two Scottish Fold
PHI No.009
PHI : “D, kenapa KPK- Kepolisian digambarkan sebagai Buaya dan Cicak? Kenapa gak Kucing dan Macan?”
JHI: “Karena sama-sama reptil, terus salah satu menggambarkan yang lebih busuk dari yang satunya lagi. Terus, kucing dan macan itu lucu, makanya gak pantes. Kan gak ada Kucing/Macan darat, adanya Buaya Darat.”

Bubuw, we miss you!!!
Dimana: Jl. Haji Jian
PHI No.003
PHI : “D, kenapa sering sekali demo sih? gak punya kerjaan atau emang itu kerjaan mereka? Apalagi sih yang di demo-in? trus itu motor di depan seenak jidat banget sih slonong sleneng gak karuan, padahal bawa anak kecil kan???”
JHI : “Iya sayang, itu kan udah ada agenda-nya, biasanya sih LSM atau orang pribadi yang kalah di politik. Itu semua kan ada biayanya, gak mungkin tuh orang-orang demo sendiri gak ada yang atur, liat aja mukanya sih gak kompeten semua dan aku rasa gak paham juga sama apa yang didemokan. Beda sama pas jaman nurunin Pak Presiden jaman dulu, itu kayaknya ikhlas tuh demo-nya, dan jelas maksudnya juga kan. Waah emang dah! kebanyakan motor di negara tercinta kita tuh emang kayaknya gak paham aturan dan tatakrama di jalan raya. Seharusnya orang naik motor itu ujian dapet SIM nya lebih susah dari yang naik mobil. Motor kan lebih tricky, tingkat keselamatan lebih riskan, pokoknya seharusnya lebih sulit lah. Ini coba, anak kecil SD aja udah naik motor, berasa riding a bicycle… yang salah bapaknya lah itu!”
Dimana : Jl. Haji2-an Cipete
D’s New Lover
And the name is Rose. I always wanted one, so D decided to have one and we named her, Rose. Pokoknya, D memanjakan Rose teramat sangat. Kita mau pergi kemana-mana, Rose selalu dibawa, segala perlengkapannya masuk ke tas tersendiri. Kalau D lagi nyetir, saya yang pangku Rose. Kalau sudah sampai tujuan, D yang langsung pangku Rose. D tries so hard to provide the best for Rose, padahal saya sudah bilang kalau Rose masih kecil, jangan dikasih yang aneh-aneh dulu, nanti dia malah gak bisa adapatasi dengan baik, and I was right, Rose hasn’t ready for those complicated things D wanted her to have. I said, “Sabar aja D, Rose gini aja kan udah cukup baik kan… “. Setiap kali Rose ada masalah atau apapun yang mirip-mirip masalah, D pasti langsung bertindak, siaga hehe… He spents hours just to find out how to deal with Rose’s problems and troubles, He won’t giving up until Rose come back in perfect condition. Rose has almost all of D’s attention since the first time He had her, and it’s kinda cute to see it happen.
And that is it, D’s new lover, Rose
Things keep me sane
I am totally easily get bored, so I have those things to keep me sane when I’m on the verge of getting suffocated or saturated by the situation or just anything. They are:
1. Great books, and I mean it, not one book, but books. When I get a hint of boredom approaching me, I grab any of those books scattered on my table or on the shelves. Read one… when I get another hint of another boredom when reading the book, I grab another one and so on until those hints eventually subside.
2. Weekends! My motto “This day will pass away!” keeps reminding me that weekends will come eventually, days to stay idle hehe…
3. Daydreaming. Wondering what ifs… What if I had a 100 billion rupiahs at the moment, What if my new car was suddenly exchanged by someone and it became a Europe Modern Luxury Car… What if I could fly… What if.. What if…
4. … (I’m getting bored writing this… I should stop now, I’ll get back later)
The “Yes” Project
It’s what I call a situation when you have to live with those elders around you, old ones. In order to avoid a manifestation of uncomfortness, you, as the younger, would have to say “yes” most of the times. Whatever you have in mind and heart, just say “yes” then everything will stay good.
It’s what I call a situation when you have to deal with a very demanding boyfriend/girlfriend you love so much you can hardly live without them. In order to make them stay, you just say “yes” no matter what the conversation is about.
Dating a’la D
Berhubung stress memikirkan tesis yang tidak kunjung selesai (lah gak dikerjain acan, cuma dipikirin, ya gimana mau kelar coba); membayangkan pernikahan karangan bersama; dan mengerjakan pekerjaan yang tiada tara… tiba-tiba kok ingin sekali menulis di kolom ini lagi. Tema yang terpilih diakibatkan keakutan kangen yang tak aduh lagi.
Dating a’la D:
- Ruang Meja Bundar : Duduk di sofa hitam, buka laptop, nonton Leverage (our new addiction) sepanjang hari.
- Acewer (baca: Ace Hardware) : Sembari D tawaf keliling Acewer ambil printilan, saya jalan di sampingnya sambil bawa kantong resmi Acewer.
- Ajo Kasim Bakri : Sate padang dua porsi, kerupuk 6 bungkus, plus 2 Teh Botol (c)
- Times Lippo Karawaci : Biasanya kalo lagi niat banget cari hideaway, padahal sih gak jauh-jauh amat ya…
- Nasi Goreng Bu Bolot : Kalau kita pesan “Bu, satu nasi goreng, satu mie rebus ya” hasilnya adalah = Dua nasi goreng dibungkus. Tapi tetep enak rasanya
Humh… apalagi ya… Udah ah…
Eh… Kok mahal ya?
Entah saya yang salah atau gimana ya…
Beberapa hari lalu setelah saya main tunjuk sana-sini dengan model undangan beserta jenis kertas yang mau saya pakai, si empunya Famegraphic sms mengenai harga undangan. Dan… kok mahal sekali yah… 5 digit gila! apa saya yang salah tunjuk atau gimana gitu kali yah…
Humh.. harus revisi ulang nih…