D’s

Flower

Posts Tagged ‘entertainment’

Evolution of Telephoning (is that even a word? Telephoning?)

Nah, I am not gonna write something scientific or historic about Telephone, it’s just about the way I used to use my telephone (dalam hal ini telepon rumah), the person I talked with, and the subject we talked about.

Pada waktu kecil, menurut saya menelepon itu menakutkan, harus menekan tombol dengan benar, harus tahu benar apa yang akan dibicarakan, harus tahu menghadapi si penerima telepon, dan harus siap ketika ternyata kita salah sambung… all those details made me sick, untill one day I decided to make my first phone call. Saya kelas 6 SD saat itu, orang yang pertama kali saya telepon adalah teman sekelas, menanyakan kepastian tentang apakah kami harus datang ke sekolah keesokan harinya mengingat sudah mendekati akhir tahun sedang persiapan ujian akhir EBTA/EBTANAS (jaman itu masih belum jadi UAN namanya kan ya?).

Sejak itu kegiatan menelepon menjadi suatu kegiatan lumrah tanpa harus ketakutan dengan segala printilan persiapan menelepon. Awal kecanduan telepon bermula sejak kelas 2 SMP. I found a best friend over the phone. Baru bisa ngobrol kalau lewat telepon, di luar jalur komunikasi kabel itu, we were speechless towards each other.

  • Waktu telepon : sekitar pukul 19.00
  • Durasi telepon : 2-3 jam (hihihi… you know who you are)
  • Isi Pembicaraan : “di sekolah ngapain aja? /ada PR gak? /PR nya gimana jawabnya? /eeh ada game komputer baru loh, gue lagi maen, temenin ya/ eeh liriknya lagu Heaven itu gimana sih? tulisin ya? bacain aja deh/ tadi si anu lewat depan kelas looh aaah lucu bangeet /oya? iih noraak ah” intinya, dari mulai yang penting sampai gak penting sama sekali sampai akhirnya cuma diem2an tanpa menutup telepon. Saya kemana dia kemana tapi telepon tetap tersambung.

Sepanjang SMA sampai kuliah pembicaraan mulai berubah, durasi juga memendek, pun perubahan waktu telepon.

  • Waktu telepon : tergantung siapa yang telepon (karena udah mulai pacaran dan rebutan waktu sama Liyul hehehe) biasanya diatas jam 21.00
  • Durasi telepon : 1-2 jam (mulai sibuk jadi gak bisa lama-lama, lagipula ada saingan si Liyul yang juga hobi me- dan di- telepon)
  • Isi pembicaraan : “gimana pelajaran di sekolah/ eh gue jadian loh/ ha? /kamu lagi apa? / rayu sana rayu sini/ tadi bisa ulangannya? mau kemana hari sabtu besok? /gombal sana gombal sini /eh gue naksir orang /siapa? /anak sekelas.. hoo.. kejarlah” isinya mulai tentang hubungan yang sedang dijalani. Tentang perasaan, curhat-curhatan, kangen-kangenan, ya yang gitu-gitu lah hehe…

Akhir-akhir kuliah S1 sampai sebelum nikah, penggunaan telepon makin berkurang karena jadi lebih sering pakai SMS, lebih irit bo’ hihi… tapi tetep telepon

  • Waktu telepon : pagi, siang pas jam-nya makan siang, dan malam.
  • Durasi : 10-30 menit
  • Isi Pembicaraan : “lagi apa? /tadi kuliah apa? /hari ini ngapain aja? /udah makan? /makan sm apa? /aku lg ribet nih di kantor. Kerjaan gak beres-beres /nanti aku ada kelas malam. /Drive safe ya.” Obrolan jadi mulai mengerucut karena sisanya lewat SMS atau chatting.

Setelah nikah bahkan makin berkurang penggunaannya. Selain kerjaan, yang ada di list telepon ya cuma D, Ibu, Liyul, dan Mama.

  • Waktu telepon : se-suka-hati-se-perlu-nya.
  • Durasi : 0-3 menit.
  • Isi pembicaraan : “Pulang gak? /pulang kok. /Sudah di kantor? /Jangan lupa makan siang nanti. /Eh besok ke Darmawangsa/Japos. Aku pinjam mobil ya.” Isi pembicaraan cuma seperlunya. singkat, padat, titik habis.

Oh well…

Things keep me sane

I am totally easily get bored, so I have those things to keep me sane when I’m on the verge of getting suffocated or saturated by the situation or just anything. They are:

1. Great books, and I mean it, not one book, but books. When I get a hint of boredom approaching me, I grab any of those books scattered on my table or on the shelves. Read one… when I get another hint of another boredom when reading the book, I grab another one and so on until those hints eventually subside.

2. Weekends! My motto “This day will pass away!” keeps reminding me that weekends will come eventually, days to stay idle hehe…

3. Daydreaming. Wondering what ifs… What if I had a 100 billion rupiahs at the moment, What if my new car was suddenly exchanged by someone and it became a Europe Modern Luxury Car… What if I could fly… What if.. What if…

4. … (I’m getting bored writing this… I should stop now, I’ll get back later)

Our Thank You(s)

Thank You

Goes to:

  1. God… -speechless-
  2. Ibu, Mama, Papa, Liyul, Nadya, Landung, Malaikul, Abam for being here and there, always
  3. Bapak for understanding
  4. All families and relatives for their supports, caring, and blessings
  5. All friends for everything
  6. Manten Party Wedding Organizer (esp. Mbak Ria) yang sudah memberikan jalan tengah untuk situasi yang tidak memungkinkan ada jalan tengah :) thank you so much
  7. Balai Sudirman and Masjid Agung Al-Azhar
  8. Novi Arimuko for the most beautiful and flawless make up we’ve ever had in my life… flawless as in stay intact through tears :); Novi Arimuko Team for their fabolous make ups for the families
  9. Garda Decoration for theĀ  gorgeus works on our wedding, it was really awesome
  10. Kiki Catering for their delicate and delicious foods that can be enjoyed by almost everyone at the party
  11. Dedy Fadlan for two most beautiful -again- Kebayas and suites we’ve ever had in my entire life -again-; Sanggar Fadlan for their cooperation on wardrobe for the families
  12. Photomotion Art Imaging for their professional photography and videography services
  13. Melody Mustertainment for the perfect music, just like what we wanted
  14. All MCs (Ibu Djoko from Novi Arimuko and Ibu Andriyani from Melody Mustertainment)
  15. Golden Bird Rental
  16. Dan semua pihak yang belum tersebutkan di blog ini

We can’t thank you all enough… May God Bless You, always…

Once again, Thank You

Dating a’la D

Berhubung stress memikirkan tesis yang tidak kunjung selesai (lah gak dikerjain acan, cuma dipikirin, ya gimana mau kelar coba); membayangkan pernikahan karangan bersama; dan mengerjakan pekerjaan yang tiada tara… tiba-tiba kok ingin sekali menulis di kolom ini lagi. Tema yang terpilih diakibatkan keakutan kangen yang tak aduh lagi.

Dating a’la D:

  1. Ruang Meja Bundar : Duduk di sofa hitam, buka laptop, nonton Leverage (our new addiction) sepanjang hari.
  2. Acewer (baca: Ace Hardware) : Sembari D tawaf keliling Acewer ambil printilan, saya jalan di sampingnya sambil bawa kantong resmi Acewer.
  3. Ajo Kasim Bakri : Sate padang dua porsi, kerupuk 6 bungkus, plus 2 Teh Botol (c)
  4. Times Lippo Karawaci : Biasanya kalo lagi niat banget cari hideaway, padahal sih gak jauh-jauh amat ya…
  5. Nasi Goreng Bu Bolot : Kalau kita pesan “Bu, satu nasi goreng, satu mie rebus ya” hasilnya adalah = Dua nasi goreng dibungkus. Tapi tetep enak rasanya :)

Humh… apalagi ya… Udah ah…

Vendor Entertainment: MELODY Mustertainment (phew… what a name)

Ketemu langsung sama yang punya vendor, namanya Ibu Rany dan Bapak Wawan… kesan pertama: Aiiiiih manis sekali ibu dan bapak iniiii…. kemana-mana selalu berduaaaaa!!! Aaaah ibunya cantiiiiik!!!

So, I sign the deal.

Saya (S): Ibu saya nambah beberapa lagu boleh ya? nanti tinggal disesuaikan

Ibu Rany (IR) : Boleh mbak, mau lagu apa? lagu anak sekarang ya?

S: ….. saya kok jadi ragu mau minta lagu

IR : Lagu apa mbak?

S : Engelbert Humperdinck bu…

IR : …. hening sejenak…hahahahahahaa… aduh mbaaak.. ya ampun kok bisa-bisanya minta lagu itu sih mbak… itu kan jaman saya dulu….

sambil senggol-senggol si Bapak Wawan

IR : Pah, si mbak minta Engelbert Humperdinck tuh… hahaha…

Bapak Wawan (BW): heheehe.. mbak jadul yah

^_^” Haduh ibu, bapak, ya gimana dong… saya naksir berat sama lagunya bapak itu

Kandidat Vendor Entertainment No.1 (Voice Brothers)

Yesterday @ Gelato Bar, Darmawangsa Square

Akhirnya bertemuĀ  juga dengan calon vendor untuk kategori ini. Agak bingung karena saya tidak pernah punya gambaran mengenai paket-paket apa yang seharusnya saya dapat, untung… ada Mbak Ria -makasih ya mbak :) -. Untuk kandidat pertama adalah Voice Brothers yang hari itu diwakili oleh Pak Tonny. Beliau membawakan saya demo berupa DVD hasil perform mereka di salah satu resepsi. Sekilas pandangan dan pendengaran pertama, mereka membawakan musik dengan baik, sesuai ekspektasi saya yaitu jazzy-bossanova atmosphere. Nice music, nice voice… kesan pertama >> OK.

Lanjut ke pembicaraan mengenai konsep yang saya dan D inginkan daaaan… tentunya juga tentang prasyarat yang pernah saya sebutkan di sini, berikut adalah isi perbincangan kami

Pak Tonny (PT) : Mbak ada konsep-konsep tertentu atau bagaimana

Saya (S) : umm.. saya pengen lagu-lagunya yang bossanova atau light jazz gitu pak, dan tidak terlalu keras karena kan ini acara makan malam. Saya mau tamu-tamu bisa tetap mengobrol tanpa harus bicara tarik urat gara-gara musiknya terlalu kencang.

PT : Ooh.. iya saya mengerti, kebetulan demo ini juga jazzy mbak

S : iya pak, suaranya bagus. Oiya pak, tau lagunya Jason Mraz

diam sejenak sambil saya menahan nafas… this is it, this would be the first test to see whether this band should be on our list or not hehe…

PT : Oh tau mbak, yang lagunya I’m yours itu kan ya

Yaaaaaaay!!! hati saya bersorak gembira. Lolos tahap 1 hahaha….

S : Nah iya tuh pak, dia orangnya -sambil manggut-manggut hehe-. Dan satu lagi pak, saya tidak mau ada lagu Indonesia dan -again- kalau bisa tolong tanyakan ke penyanyinya apakah bisa menyanyikan lagu-lagunya Jason Mraz dan Engelbert Humperdinck. Oke pak…

***

Okelah, karena lulus tahap 1 maka kami minta mereka kirim penawaran, dan baru saja saya terima penawarannya. Penawaran yang menarik karena mereka memberikan detail mengenai apa-apa saja yang harus kami bayar ketika memberikan harga sebesar X rupiah. Nice…

Tinggal diskusi dan cari pembanding… humh… saya rasa ini akan jadi bahan diskusi internal antara saya dan D. Hope you don’t mind, Sweetheart

Entertainment Untuk Resepsi

Sejak awal kami kepikiran sama vendor untuk music & entertainment untuk resepsi. Kami sih gak terlalu peduli mau kayak apa bentuknya, yang jelas, pakai baby grand piano, singer, plus apapun yang mereka rasa perlu ditambahkan. Tapi… kami punya syarat khusus untuk singing ability hehe… -ngawur bahasanya-, dan itu harus ditanyakan pada saat kami pertama kali ketemu sama calon vendor.

“Bisa menyanyikan lagu-lagunya Jason Mraz dengan baik dan benar?”

kalau jawabannya:

“Siapa? miras?” >> maka langsung dicoret dari daftar.

“Jason Mraz? kayaknya pernah denger deh… yang mana ya?” >>sama! coret juga.

“Oh Jason Mraz… kita sih belum pernah menyanyikan, tapi bisa dicoba nanti.” >>yaa.. okelah dipertimbangkan.

“Sure! name it! we love him” >> wah langsung jadi kandidat no.1 di list kita :D
Oh yeah! we love Mraz!!!

Selanjutnya, kl lolos tahap 1, lanjut ke pertanyaan berikutnya

“Bisa menyanyikan lagu-lagu yang ada di CD ini? -FYI isinya sesuai playlist di iTunes saya-. Kami beri waktu seminggu, kemudian beri jawaban.”

Kalau jawabannya:

“Wah mbak ini sih bukan lagu kawinan, gak cocok mbak.” >> langsung coret! sok tau loe! emosi jiwa dong dibilang kayak gitu hihi :D
“Bisa-bisa, tapi ada beberapa yang kami rasa harus diganti biar matching.” >> oke, we’ll discuss it later -saya sadar isinya banyak yang gak matching soalnya hehe-

Sayang mau nambah syarat lain?