D’s

Flower

Posts Tagged ‘Humh’

Obrolan Kasur

~sambil memandang langit-langit, mainin jari-jari satu sama lain~

S: “D, nanti kita punya dua ya, pasti lucu deh mereka lari sana sini. Kalau cuma satu kan kasian sendirian.”

D: “Iya, biar punya teman bermain ya. Nanti dia nemenin kamu masak hehe…”

S:”Iih, iya, pasti lucu deeeh, sambil jinjit-jinjit menggapai meja.. Hihi.. Tapi harus disiapin ruangannya,  rumah kita kan panas, gimana ya? kasian juga kalo kepanasan”

D:”Iya sih…”

S:”Kita pindah ke luar negeri aja yuk biar mereka gak kepanasan”

D:”Hehe, amin.”

FYI, we’re talking about having two Scottish Fold :)

Buku itu…

…Fix your broken heart,  slap you in the face, or dry the sweat from your armpit (I know, I know… there should be a lot better analogy). Rasanya ingin berbagi sensasi itu kepada diri sendiri dan pihak lain yang bersedia ikut terkena imbasnya. But, alas, I don’t own The Mighty Time and those little fingers are too lazy to struck on the keyboard.

My beloved books…

(usaha) Jadi Pengurus Dapurnya D

“Kalau masak ikan mackarel kaleng, ikannya digoreng dulu sampai kering ya soalnya amis kalau nggak abis itu baru masak sama bumbunya. Aku gak suka kalau amis.”

“Aku mau sambel kamu dong, tapiii cabe nya jangan pake yang rawit, pake yang besar aja, yang keriting jangan banyak-banyak ya, trus tomatnya yang banyak juga ya.”

“Gak mau sawi! pait!”

“Mau tempe tahu baceeeeem doong, ya ya ya? cari resepnya ya?”

“Berasnya tambahin lagi, nanti kurang…. eeeh kebanyakan, nanti gak abis…. udah udah, segitu aja. Airnya jangan banyak-banyak, entar benyek enye-enye.”

Daaan masih banyak lagi :) Yak! Semangat!

PHI No.006 (What is evil about that?)

Phew, it’s been awhile…

Me and D had a brunch today when he told me some news. One of the news that really caught my attention was about a well known computer and stuff company was being called evil. D said, the company was evil. I asked why, D answered that when this company is about to release their new technology and stuff they would make their employees work so hard, even on weekends and holidays, and they are not allowed to tell, even their family, about what they’re doing on. I asked D again, how is that being called evil, what is evil about that.

D: “Because they can’t do that, the company.”

Me: “Why? all the employees got their payment, don’t they? so what’s evil about that?”

D: “Yes, but the company should not forbid their employee about telling things to their family”

Me: “Why? It’s their privilege, their property. It’s only natural that they want to keep it safe from whosoever they consider doesn’t worth the knowledge. What’s evil about that?”

D: “Yes, but it’s against humanity… They just should not do that”

Me: “There’s no such thing, humanity. They, those person who are the brain and soul of the company, I believe they pay the hard work of their employee with what you call salary and they pay their own hard work with what you call evil, it is a full right of their own property, they owe no one about it, about sharing it with the world . That’s all. For me, there is no evil in that.”

PHI No.005

PHI : “D, Kopassus itu apa sih? Angkatan apaan? Darat? Laut? Udara? trus kalau di luar negeri namanya apa? Kalau pas perang mereka ditaro dimana? apa bedanya sama angkatan lainnya?”

JHI : “Kopassus itu Komandu Pasukan Khusus punya nya Angkatan Darat. Mereka kalau di luar negeri namanya Special force atau special unit gitulah. Kayak Detasemen 88 itu setauku bagian dari Kopassus. Kalau angkatan udara namanya Paskas kalau gak salah, kalau angkatan laut punya pasukan katak. Mereka punya keahlian tersendiri sayang, they could bring more damage tapi less force, less victim. Kalau pas perang, mereka biasanya punya tugas buat infiltrate lawan supaya lawan bisa dilemahkan dari dalam. Orang-orangnya yang terpilih dan jumlahnya gak sebanyak kayak Infanteri gitu.”

Dimana : Samping Rumah Sakit Brawijaya Women and Children Hospital

PHI No.004

PHI : “D, kalo pas pertandingan bola yang gede-gede macemnya Manchester dan teman-temannya, kita gak boleh salah duduk ya pas di tribun stadionnya? kan bisa bahaya ya D ya kalo penggemarnya ManU duduk di tribun penggemarnya.. sapa gitu musuhnya?”

JHI : “Iya sayang, kan udah ada petugasnya yang kasih tau suporter siapa duduk dimana, jadi seharusnya gak salah. Lagipula, kebanyakan yang nonton kan pake seragam kesebelasan masing-masing, jadi dia tau lah temen-temennya duduk dimana. Kalo apes salah duduk ya ganti baju hehe…”

Dimana : Jalan di depan Citos

PHI No.003

PHI : “D, kenapa sering sekali demo sih? gak punya kerjaan atau emang itu kerjaan mereka? Apalagi sih yang di demo-in? trus itu motor di depan seenak jidat banget sih slonong sleneng gak karuan, padahal bawa anak kecil kan???”

JHI : “Iya sayang, itu kan udah ada agenda-nya, biasanya sih LSM atau orang pribadi yang kalah di politik. Itu semua kan ada biayanya, gak mungkin tuh orang-orang demo sendiri gak ada yang atur, liat aja mukanya sih gak kompeten semua dan aku rasa gak paham juga sama apa yang didemokan. Beda sama pas jaman nurunin Pak Presiden jaman dulu, itu kayaknya ikhlas tuh demo-nya, dan jelas maksudnya juga kan. Waah emang dah! kebanyakan motor di negara tercinta kita tuh emang kayaknya gak paham aturan dan tatakrama di jalan raya. Seharusnya orang naik motor itu ujian dapet SIM nya lebih susah dari yang naik mobil. Motor kan lebih tricky, tingkat keselamatan lebih riskan, pokoknya seharusnya lebih sulit lah. Ini coba, anak kecil SD aja udah naik motor, berasa riding a bicycle… yang salah bapaknya lah itu!”

Dimana : Jl. Haji2-an Cipete

Evolution of Telephoning (is that even a word? Telephoning?)

Nah, I am not gonna write something scientific or historic about Telephone, it’s just about the way I used to use my telephone (dalam hal ini telepon rumah), the person I talked with, and the subject we talked about.

Pada waktu kecil, menurut saya menelepon itu menakutkan, harus menekan tombol dengan benar, harus tahu benar apa yang akan dibicarakan, harus tahu menghadapi si penerima telepon, dan harus siap ketika ternyata kita salah sambung… all those details made me sick, untill one day I decided to make my first phone call. Saya kelas 6 SD saat itu, orang yang pertama kali saya telepon adalah teman sekelas, menanyakan kepastian tentang apakah kami harus datang ke sekolah keesokan harinya mengingat sudah mendekati akhir tahun sedang persiapan ujian akhir EBTA/EBTANAS (jaman itu masih belum jadi UAN namanya kan ya?).

Sejak itu kegiatan menelepon menjadi suatu kegiatan lumrah tanpa harus ketakutan dengan segala printilan persiapan menelepon. Awal kecanduan telepon bermula sejak kelas 2 SMP. I found a best friend over the phone. Baru bisa ngobrol kalau lewat telepon, di luar jalur komunikasi kabel itu, we were speechless towards each other.

  • Waktu telepon : sekitar pukul 19.00
  • Durasi telepon : 2-3 jam (hihihi… you know who you are)
  • Isi Pembicaraan : “di sekolah ngapain aja? /ada PR gak? /PR nya gimana jawabnya? /eeh ada game komputer baru loh, gue lagi maen, temenin ya/ eeh liriknya lagu Heaven itu gimana sih? tulisin ya? bacain aja deh/ tadi si anu lewat depan kelas looh aaah lucu bangeet /oya? iih noraak ah” intinya, dari mulai yang penting sampai gak penting sama sekali sampai akhirnya cuma diem2an tanpa menutup telepon. Saya kemana dia kemana tapi telepon tetap tersambung.

Sepanjang SMA sampai kuliah pembicaraan mulai berubah, durasi juga memendek, pun perubahan waktu telepon.

  • Waktu telepon : tergantung siapa yang telepon (karena udah mulai pacaran dan rebutan waktu sama Liyul hehehe) biasanya diatas jam 21.00
  • Durasi telepon : 1-2 jam (mulai sibuk jadi gak bisa lama-lama, lagipula ada saingan si Liyul yang juga hobi me- dan di- telepon)
  • Isi pembicaraan : “gimana pelajaran di sekolah/ eh gue jadian loh/ ha? /kamu lagi apa? / rayu sana rayu sini/ tadi bisa ulangannya? mau kemana hari sabtu besok? /gombal sana gombal sini /eh gue naksir orang /siapa? /anak sekelas.. hoo.. kejarlah” isinya mulai tentang hubungan yang sedang dijalani. Tentang perasaan, curhat-curhatan, kangen-kangenan, ya yang gitu-gitu lah hehe…

Akhir-akhir kuliah S1 sampai sebelum nikah, penggunaan telepon makin berkurang karena jadi lebih sering pakai SMS, lebih irit bo’ hihi… tapi tetep telepon

  • Waktu telepon : pagi, siang pas jam-nya makan siang, dan malam.
  • Durasi : 10-30 menit
  • Isi Pembicaraan : “lagi apa? /tadi kuliah apa? /hari ini ngapain aja? /udah makan? /makan sm apa? /aku lg ribet nih di kantor. Kerjaan gak beres-beres /nanti aku ada kelas malam. /Drive safe ya.” Obrolan jadi mulai mengerucut karena sisanya lewat SMS atau chatting.

Setelah nikah bahkan makin berkurang penggunaannya. Selain kerjaan, yang ada di list telepon ya cuma D, Ibu, Liyul, dan Mama.

  • Waktu telepon : se-suka-hati-se-perlu-nya.
  • Durasi : 0-3 menit.
  • Isi pembicaraan : “Pulang gak? /pulang kok. /Sudah di kantor? /Jangan lupa makan siang nanti. /Eh besok ke Darmawangsa/Japos. Aku pinjam mobil ya.” Isi pembicaraan cuma seperlunya. singkat, padat, titik habis.

Oh well…

Pertanyaan Hari Ini No.001

Mulai hari ini saya akan ngeposting (bahasa yang sangat buruk) satu pertanyaan dari sekian banyak pertanyaan yang saya tanyakan ke D dalam satu hari. Postingan-nya bisa pagi, siang, sore, malam, suka-suka saya kapan saya merasa bahwa “hey, that would be my question of the day” hehe…

Postingan ini dan selanjutnya adalah bentuk penghormatan saya kepada D sebagai My Sweetest Search Engine of The World dengan kualitas jawaban yang sangat tak aduh lagi. Hugs D :)

Okay, Pertanyaan Hari Ini (PHI) akan dilengkapi dengan Jawaban Hari Ini (JHI) tambahan informasi se-kena-nya.

PHI : “D, kenapa sih setiap hari ada berita hasil pertandingan bola? emang orang tiap hari maen bola ya? penting banget ya? tiap hari gitu? sapa yang nonton?”

JHI : “Oh iya, karena memang ada pertandingan bola setiap hari. Kan banyak liga-nya di setiap negara, dan banyak negara yang melakukan itu. Belanda, Brazil, Inggris, Spanyol, mereka semua ngadain pertandingan bola paling nggak dua hari sekali. Itu udah kerjaan mereka Sayang, makanya banyak klub bola di luar negeri sana. Yang nonton emang sedikit sih. Makanya juga biasanya big match-nya diadakan weekend supaya banyak yang nonton.”

Dimana/Kapan : Dalam mobil perjalanan Rumah Biru-Rumah Oyen, Tol JoRR, 7.20 AM

Kiri Kanan Kulihat…

…banyak! hehe… I like being idle. I’m writing this while waiting for a friend at a mall. It’s not entirely being idle, but since I don’t (want to)  do anything in particular on purposely, so I decided to take a sit and watch people goes by. It’s interesting to do such, it’s one of my favorite activity while being idle. One most undeniably subject that caught my attention is “The Wardrobe”

Shirts, blouses, skirts, pants, shoes, shoulder bags, laptop bags, cardigans, jackets, oooh…. they are so adorable, I envy those have the privilege of using beautiful costumes on their daily activities. High-waist midi-length skirt, silk blouse, high-heels, simple hand bags, stay-on make-ups… Oh I how I wish of them all…

Anyway, here’s my friend coming…