D’s

Flower

Posts Tagged ‘Love’

PHI No.008

Sweet Cloud

Sweet Cloud

PHI : “D, kok sayurnya asyin siyh?? kamuu? kamuu?? aaah!! kamu gak mau kawin lagi kaaan D kaaaaaan???!!!!”

JHI: “Nggaaaaaaaaak”

~huuugs~

Dimana: Yahoo Messenger. 13:10

(usaha) Jadi Pengurus Dapurnya D

“Kalau masak ikan mackarel kaleng, ikannya digoreng dulu sampai kering ya soalnya amis kalau nggak abis itu baru masak sama bumbunya. Aku gak suka kalau amis.”

“Aku mau sambel kamu dong, tapiii cabe nya jangan pake yang rawit, pake yang besar aja, yang keriting jangan banyak-banyak ya, trus tomatnya yang banyak juga ya.”

“Gak mau sawi! pait!”

“Mau tempe tahu baceeeeem doong, ya ya ya? cari resepnya ya?”

“Berasnya tambahin lagi, nanti kurang…. eeeh kebanyakan, nanti gak abis…. udah udah, segitu aja. Airnya jangan banyak-banyak, entar benyek enye-enye.”

Daaan masih banyak lagi :) Yak! Semangat!

Evolution of Telephoning (is that even a word? Telephoning?)

Nah, I am not gonna write something scientific or historic about Telephone, it’s just about the way I used to use my telephone (dalam hal ini telepon rumah), the person I talked with, and the subject we talked about.

Pada waktu kecil, menurut saya menelepon itu menakutkan, harus menekan tombol dengan benar, harus tahu benar apa yang akan dibicarakan, harus tahu menghadapi si penerima telepon, dan harus siap ketika ternyata kita salah sambung… all those details made me sick, untill one day I decided to make my first phone call. Saya kelas 6 SD saat itu, orang yang pertama kali saya telepon adalah teman sekelas, menanyakan kepastian tentang apakah kami harus datang ke sekolah keesokan harinya mengingat sudah mendekati akhir tahun sedang persiapan ujian akhir EBTA/EBTANAS (jaman itu masih belum jadi UAN namanya kan ya?).

Sejak itu kegiatan menelepon menjadi suatu kegiatan lumrah tanpa harus ketakutan dengan segala printilan persiapan menelepon. Awal kecanduan telepon bermula sejak kelas 2 SMP. I found a best friend over the phone. Baru bisa ngobrol kalau lewat telepon, di luar jalur komunikasi kabel itu, we were speechless towards each other.

  • Waktu telepon : sekitar pukul 19.00
  • Durasi telepon : 2-3 jam (hihihi… you know who you are)
  • Isi Pembicaraan : “di sekolah ngapain aja? /ada PR gak? /PR nya gimana jawabnya? /eeh ada game komputer baru loh, gue lagi maen, temenin ya/ eeh liriknya lagu Heaven itu gimana sih? tulisin ya? bacain aja deh/ tadi si anu lewat depan kelas looh aaah lucu bangeet /oya? iih noraak ah” intinya, dari mulai yang penting sampai gak penting sama sekali sampai akhirnya cuma diem2an tanpa menutup telepon. Saya kemana dia kemana tapi telepon tetap tersambung.

Sepanjang SMA sampai kuliah pembicaraan mulai berubah, durasi juga memendek, pun perubahan waktu telepon.

  • Waktu telepon : tergantung siapa yang telepon (karena udah mulai pacaran dan rebutan waktu sama Liyul hehehe) biasanya diatas jam 21.00
  • Durasi telepon : 1-2 jam (mulai sibuk jadi gak bisa lama-lama, lagipula ada saingan si Liyul yang juga hobi me- dan di- telepon)
  • Isi pembicaraan : “gimana pelajaran di sekolah/ eh gue jadian loh/ ha? /kamu lagi apa? / rayu sana rayu sini/ tadi bisa ulangannya? mau kemana hari sabtu besok? /gombal sana gombal sini /eh gue naksir orang /siapa? /anak sekelas.. hoo.. kejarlah” isinya mulai tentang hubungan yang sedang dijalani. Tentang perasaan, curhat-curhatan, kangen-kangenan, ya yang gitu-gitu lah hehe…

Akhir-akhir kuliah S1 sampai sebelum nikah, penggunaan telepon makin berkurang karena jadi lebih sering pakai SMS, lebih irit bo’ hihi… tapi tetep telepon

  • Waktu telepon : pagi, siang pas jam-nya makan siang, dan malam.
  • Durasi : 10-30 menit
  • Isi Pembicaraan : “lagi apa? /tadi kuliah apa? /hari ini ngapain aja? /udah makan? /makan sm apa? /aku lg ribet nih di kantor. Kerjaan gak beres-beres /nanti aku ada kelas malam. /Drive safe ya.” Obrolan jadi mulai mengerucut karena sisanya lewat SMS atau chatting.

Setelah nikah bahkan makin berkurang penggunaannya. Selain kerjaan, yang ada di list telepon ya cuma D, Ibu, Liyul, dan Mama.

  • Waktu telepon : se-suka-hati-se-perlu-nya.
  • Durasi : 0-3 menit.
  • Isi pembicaraan : “Pulang gak? /pulang kok. /Sudah di kantor? /Jangan lupa makan siang nanti. /Eh besok ke Darmawangsa/Japos. Aku pinjam mobil ya.” Isi pembicaraan cuma seperlunya. singkat, padat, titik habis.

Oh well…

D’s New Lover

And the name is Rose. I always wanted one, so D decided to have one and we named her, Rose. Pokoknya, D memanjakan Rose teramat sangat. Kita mau pergi kemana-mana, Rose selalu dibawa, segala perlengkapannya masuk ke tas tersendiri. Kalau D lagi nyetir, saya yang pangku Rose. Kalau sudah sampai tujuan, D yang langsung pangku Rose. D tries so hard to provide the best for Rose, padahal saya sudah bilang kalau Rose masih kecil, jangan dikasih yang aneh-aneh dulu, nanti dia malah gak bisa adapatasi dengan baik, and I was right, Rose hasn’t ready for those complicated things D wanted her to have. I said, “Sabar aja D, Rose gini aja kan udah cukup baik kan… “. Setiap kali Rose ada masalah atau apapun yang mirip-mirip masalah, D pasti langsung bertindak, siaga hehe… He spents hours just to find out how to deal with Rose’s problems and troubles, He won’t giving up until Rose come back in perfect condition. Rose has almost all of D’s attention since the first time He had her, and it’s kinda cute to see it happen.

And that is it, D’s new lover, Rose :)

Our Thank You(s)

Thank You

Goes to:

  1. God… -speechless-
  2. Ibu, Mama, Papa, Liyul, Nadya, Landung, Malaikul, Abam for being here and there, always
  3. Bapak for understanding
  4. All families and relatives for their supports, caring, and blessings
  5. All friends for everything
  6. Manten Party Wedding Organizer (esp. Mbak Ria) yang sudah memberikan jalan tengah untuk situasi yang tidak memungkinkan ada jalan tengah :) thank you so much
  7. Balai Sudirman and Masjid Agung Al-Azhar
  8. Novi Arimuko for the most beautiful and flawless make up we’ve ever had in my life… flawless as in stay intact through tears :); Novi Arimuko Team for their fabolous make ups for the families
  9. Garda Decoration for the  gorgeus works on our wedding, it was really awesome
  10. Kiki Catering for their delicate and delicious foods that can be enjoyed by almost everyone at the party
  11. Dedy Fadlan for two most beautiful -again- Kebayas and suites we’ve ever had in my entire life -again-; Sanggar Fadlan for their cooperation on wardrobe for the families
  12. Photomotion Art Imaging for their professional photography and videography services
  13. Melody Mustertainment for the perfect music, just like what we wanted
  14. All MCs (Ibu Djoko from Novi Arimuko and Ibu Andriyani from Melody Mustertainment)
  15. Golden Bird Rental
  16. Dan semua pihak yang belum tersebutkan di blog ini

We can’t thank you all enough… May God Bless You, always…

Once again, Thank You

The “Yes” Project

It’s what I call a situation when you have to live with those elders around you, old ones. In order to avoid a manifestation of uncomfortness, you, as the younger, would have to say “yes” most of the times. Whatever you have in mind and heart, just say “yes” then everything will stay good.

It’s what I call a situation when you have to deal with a very demanding boyfriend/girlfriend you love so much you can hardly live without them. In order to make them stay, you just say “yes” no matter what the conversation is about.

D’s Obsessions

Here’s shorter list of D’s obsessions which I know -the rest you have to ask him personally-

  1. Anak kita nanti harus aku ajarin programming dari kecil! *setuju!!!*
  2. Begitu anak kita lahir, kita beliin netbook keren ya *setuju banget!*
  3. Kita nanti punya walking closet yang connected ke kamar mandi super nyaman *I’m with you Sweetheart! :) *
  4. Di atas nanti, kita punya little garden plus teleskop bintang *that’s great! setujuuu!!!*
  5. Nanti aku mau punya lemari kaca buat nyimpen semua high heels kamu dan yang bisa buka lemari itu cuma aku *Whaaat??!! Hell nooo!!!!*

Ah.. D maaah… jahat aaah…  yang ke-5 jangan dong D…

Dating a’la D

Berhubung stress memikirkan tesis yang tidak kunjung selesai (lah gak dikerjain acan, cuma dipikirin, ya gimana mau kelar coba); membayangkan pernikahan karangan bersama; dan mengerjakan pekerjaan yang tiada tara… tiba-tiba kok ingin sekali menulis di kolom ini lagi. Tema yang terpilih diakibatkan keakutan kangen yang tak aduh lagi.

Dating a’la D:

  1. Ruang Meja Bundar : Duduk di sofa hitam, buka laptop, nonton Leverage (our new addiction) sepanjang hari.
  2. Acewer (baca: Ace Hardware) : Sembari D tawaf keliling Acewer ambil printilan, saya jalan di sampingnya sambil bawa kantong resmi Acewer.
  3. Ajo Kasim Bakri : Sate padang dua porsi, kerupuk 6 bungkus, plus 2 Teh Botol (c)
  4. Times Lippo Karawaci : Biasanya kalo lagi niat banget cari hideaway, padahal sih gak jauh-jauh amat ya…
  5. Nasi Goreng Bu Bolot : Kalau kita pesan “Bu, satu nasi goreng, satu mie rebus ya” hasilnya adalah = Dua nasi goreng dibungkus. Tapi tetep enak rasanya :)

Humh… apalagi ya… Udah ah…

Egotist

I want to be an egotist… I mean a real one, a selfish person with all the dignity to say “This is my will and I am on my way to make it happen”, but I don’t have the guts… geez…

I am too much afraid of hurting others, of not being compatible with the mainstream, of making my thoughts be incomparable to others… I fear a lot yet think less…

I… want.

Koperasi Ibu Abadi

Adegan di depan stand penjual matras/kasur (dengan sedikit modifikasi)

saya beringsut ke D

D… ini mumpung diskon nih… jadi murah… mau yah?

Iya, jadi lebih murah ya, coba tanya harganya sana.

saya beringsut ke samping Ibu dan mbak SPG matras yang sedang berjibaku dengan kalkulator

Ibu, ini aja deh… gak usah pake headboard gak papa, nanti cari sendiri aja.

Yaudah, coba ditanya jadi berapa itu

saya dan mbak SPG

Mbak coba kalau yang ini tanpa headboard berapa?

-tunghitunghitunghitung-

Jadi sekian mbak. Itu udah murah banget loh, awal Januari kita naik (biasa.. rayuan gombal para produsen dan marketernya)

Ibu, jadi segitu, gimana, cukup murah gak?

Iya nak, itu udah murah, wong udah merek X kan…

Saya beringsut ke D

Sayang, jadi segitu… gimana?

Wah… limit kartu kreditku gak cukup, Sayang. Gimana ya?

Saya beringsut ke Ibu

Ibu, limit kartu kredit Mas Dito gak cukup… gimana bu?

Yaudah, kalian bayar ke Ibu ya, 2 tahun bunga 0%.

Bungkuuuus!!!!

I love you, Mommy…. :) Hugs!!!!